Trans7: Dulu dan Kini

  • 1.2K Views
  • Last Post 07 July 2015
admin posted this 31 May 2015 - Last edited 31 May 2015

Lika Liku Trans7

Tahun 2001 rupanya menjadi tahun yang membawa keuntungan bagi banyak stasiun televisi. TV7 adalah salah satu dari sekian banyak stasiun televisi—baik lokal maupun daerah—yang juga resmi disiarkan untuk menambah keragaman tontonan pemirsa televisi nasional.

Didirikan oleh Kompas Group, bisa dipastikan bagaimana kualitas dan idealisme televisi ini. Sama halnya dengan media cetak dan elektronik yang dimiliki oleh jaringan raksasa media ini, TV7 juga menjaga reputasi sebagai televisi yang tidak ikut-ikutan arus untuk menaikkan rating. Sejak awal kemunculannya, TV7 menyiarkan acara-acara berbobot produksi lokal, meski ada sedikit porsi untuk film impor.

Bagi mereka yang mengikuti awal siaran TV7, mereka pasti ingat bahwa televisi ini bekerja sama dengan stasiun televisi Al Jazeera, yang menyiarkan invasi AS ke Irak pada tahun 2003. Namun, hal ini tidaklah berlangsung lama. Setelah itu, TV7 menyuguhkan ragam acara untuk semua anggota keluarga, mulai dari film animasi dari Jepang, kuis Famili 100, telenovela, serial mandarin, realitas, sinetron lokal berbobot seperti Keluarga Cemara, acara khusus untuk anak, Sahabat Cilik TV7, dan juga siaran langsung liga sepakbola dunia seperti Liga Inggris, Indonesia, Piala FA dan MotoGP—yang bertahan hingga kini. 

Tiga tahun kemudian TransCorp membeli saham TV7 dari Kompas Gramedia dan mengubah nama stasiun televisi ini menjadi Trans7. Kesamaan visi dan misi serta keinginan untuk mengusung idealisme akan mutu tayangan menjadi alasan mengapa pihak Kompas Gramedia bersedia menjual sebagian saham TV7.

 

Debutan Baru Trans7

Dengan wajah barunya, Trans7 menyapa pemirsa dengan konsep yang tidak banyak berbeda. Bahkan, beberapa acara memiliki konsep serupa dengan kakak perusahaannya, TransTV, salah satunya adalah Orang Pinggiran. Disini, kita akan melihat kisah para kaum papa yang bekerja sangat keras hanya untuk mendapatkan upah ribuan dalam seharinya.

Trans7 pun masih mengusung idealisme dengan mengedepankan kesenangan anak-anak dengan permainan di alam bebas, yang melibatkan sensor motorik secara aktif. Beberapa acara seperti Laptop si Unyil, Bocah Petualang, Buku Harian si Unyil justru memberikan gambaran bahwa bermain di luar rumah bersama rekan sebaya—tanpa gadget—adalah sangat menyenangkan. Acara-acara berbau petualangan menjadi andalan Trans7 karena memang acara serupa jarang dimiliki oleh televisi swasta lainnya.

Sedangkan Si Bolang sudah menjadi ikon dari Trans7 sejak masih memiliki nama TV7. Dirilis pada tahun 2005, si Bolang langsung mendapat atensi besar dari anak-anak dan orang tua. Di tahun pertama penayangannya, acara ini mendapat rating 2% dengan share 18%. Mungkin angka tersebut dianggap biasa untuk acara-acara sinetron lokal atau kontes mencari bakat. Namun, angka ini bisa dianggap fantastis untuk acara lokal yang mengedepankan aktifitas anak di dunia luar. Bolang mendapatkan penghargaan sebagai Acara TV Favorit Pembaca XY-KIDS, Anugerah Kebudayaan 2007 Departemen Kebudayaan & Pariwisata Nasional, dan acara anak-anak terfavorit Panasonic Awards 2007. Hingga kini, si Bolang masih dinanti banyak pemirsanya.

Bisa dibilang bahwa Trans7 memiliki muatan edukasi, hiburan dan informasi yang cukup bagus untuk seluruh anggota keluarga. Porsi acara untuk anak-anak, remaja dan orang tua berimbang. Anak-anak tidak hanya disuguhi film animasi impor, tetapi juga beberapa acara mendidik lainnya seperti Dunia Air, Dunia Binatang.

 

Trans7 dan Program Hiburan Andalan

Bisa dibilang bahwa Trans7 dan acara Bukan Empat Mata adalah sehati sejiwa. Acara yang dipandu oleh Tukul Arwana ini sempat memiliki nama Empat Mata. Memang, sejak disiarkan pada tahun 2005, Empat Mata langsung mendapatkan rating tertinggi di jamnya. Selain karena pertanyaan-pertanyaan host yang kocak, beberapa bintang tamu juga sangat kontroversial. Selama dua tahun berturut-turut, acara ini menjadi favorit banyak masyarakat. Namun setelah itu, Komisi Penyiaran Indonesia memberikan teguran kepada pihak stasiun televisi karena saat itu mendatangkan bintang tamu, Sumanto, seorang pemakan manusia yang sempat menjadi pembicaraan hangat. Setahun berikutnya, Empat Mata pun dipaksa untuk menghentikan tayangan karena ada adegan memakan katak hidup-hidup.

Acara ini kembali hadir di layar kaca Trans7 setelah diganti menjadi (Bukan) Empat Mata. Masih dengan host, co-host dan format yang sama, BEM masih menyuguhkan hal-hal yang berbau kontroversial. Terlepas dari banyaknya kontroversi yang terjadi, acara ini justru selalu menyabet penghargaan sebagai Program Talkshow Hiburan terfavorit di Panasonic Gobel Awards selama berturut-turut mulai tahun 2007 hingga 2013.

Selain Bukan Empat Mata, Trans7 hingga kini masih mengandalkan program Variety Show, Indonesia Lawak Klub. Acara ini adalah bentuk parodi dari acara Indonesian Lawyers Club di TVOne. Tentu, sesuai namanya, acara ini adalah murni acara banyolan yang mendatangkan komedian-komedian papan atas seperti Komeng, Cak Lontong, dll, dan dipandu oleh Denny Candra.

2 Comments
Order By: Standard | Newest | Votes
admin posted this 31 May 2015 - Last edited 31 May 2015

Salah satu acara ikon Trans7 yang kini sudah tidak ditayangkan adalah Opera Van Java. Acara lawakan ini cukup diminati masyarakat, bahkan acara Road Show OVJ di beberapa kota di Indonesia selalu mendapat animo besar masyarakat. Acara ini cukup bertahan lama, dimana OVJ diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2008 dan berakhir pada 2014. Seluruh pendukung acara ini dituntut untuk kreatif dalam lawakannya, karena memang tidak ada naskah yang perlu dihafalkan. Sang dalang, Parto, hanya menceritakan garis besar cerita dan para pelawaklah yang harus dapat menghibur pemirsa yang hadir di studio, maupun di rumah.

 

Acara Olahraga

Hingga kini, Trans7 masih konsisten menayangkan ajang MotoGP yang digelar per dua minggu. Selain ajang balap motor bergengsi tersebut, Trans7 juga konsisten dengan tayangan One Stop Football, Liga Italia Serie A, dan Galeri Sepak Bola Indonesia.

 

Sarat Prestasi

Rating dari beberapa acara Trans7 memang tidak sedahsyat acara-acara dengan konsep joget, lawakan, dan sinetron kejar tayang. Namun, 90% acara di Trans7 selalu mendapat penghargaan bergengsi. Acara yang paling sering mendapat penghargaan dari institusi jurnalistik, Mendikbud, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Perikanan dan Kelautan, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga  selain si Bolang adalah Redaksi Kontroversi, Orang Pinggiran, Jejak Petualang, Koki Cilik, Laptop si Unyil, Merajut Asa dan Mancing Mania. 

moviemania posted this 07 July 2015 - Last edited 07 July 2015

Lihat Jadwal Trans7 untuk hari ini, 7 Juli 2015: 

00:00 Redaksi Malam
00:30 Wara Wiri Ramadhan
01:00 Drama Religi
02:00 Alhamdulillah Kita Sahur
04:45 Musafir Ramadhan
05:15 Jazirah Islam
05:45 Khazanah Ramadhan
06:15 Ragam Indonesia
06:45 Redaksi Pagi
07:30 Selebrita Pagi
08:15 Cermin Kehidupan
09:15 Rahasia Tuhan
10:15 CCTV
11:00 Selebrita Siang
11:45 Redaksi Siang
12:15 Hafizh Quran (2015)
13:45 Hafizh Dunia
14:15 Redaksiana
14:45 Orang Pinggiran
15:15 Redaksi Sore
16:00 Tabur (Tabur Ramadhan)
18:00 Hitam Putih
19:15 On The Spot
20:30 Indonesia Lawak Club (ILK)
21:45 Bukan Empat Mata
23:00 Berburu
23:30 Sport 7 Malam