SCTV: Dulu dan Kini

  • 927 Views
  • Last Post 07 July 2015
admin posted this 31 May 2015 - Last edited 31 May 2015

SCTV, Banting Setir untuk Raih Rating Tinggi

Jika dilihat dari tampilannya sekarang, tidak banyak yang tahu bahwa SCTV dulunya adalah ‘anak’ dari RCTI. Didirikan pada 24 Agustus 1990, selisih satu tahun dari RCTI, dengan tanggal dan bulan yang sama. Awalnya, SCTV adalah perwakilan siaran RCTI untuk kawasan tertentu di Jawa Timur yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto dan Bangkalan. Selain menayangkan siaran relay RCTI, SCTV juga sering menyiarkan siaran yang mengunggulkan budaya lokal seperti Loedroek Tjap Toegoe Pahlawan, yang mengibarkan nama Cak Lontong, komedian kondang.

Pasca setahun siaran, maka SCTV dapat dinikmati di seluruh kota di Jawa Timur dan juga Bali. Setelah tiga tahun memberi suguhan hiburan kepada khalayak Jawa Timur dan Bali, tahun 1998 pun SCTV pindah ke Jakarta, dan mulai menyiarkan acara secara nasional.

 

 

Konsep Acara SCTV

Sebelum pisah dari RCTI, hampir semua acara yang ditayangkan adalah siaran relay dari RCTI, termasuk siaran berita. Setelah setahun berjalan, SCTV menyuguhkan film-film impor dengan konsep berbeda dari RCTI. Beberapa film yang banyak ditunggu pemirsa adalah The X Files, Freddy's Nightmare, Xena the Warrior Princess, Silk Stalkings dan juga serial dengan produser yang sama dengan Beverly Hills 90210, Melrose Place.

Saat RCTI mengalami kenaikan rating karena adanya telenovela dari Mexico dan negara-negara Amerika Latin. Telenovela pertama dan yang paling fenomenal hingga dijadikan parodi adalah Maria Mercedes dan Kassandra.

SCTV juga penayang utama Liga Premier Inggris dimana acara ini mendapat rating tertinggi di hari Sabtu dan Minggu malam serta dini hari. Saat itu, hampir semua pertandingan disiarkan. Tentu, yang banyak dinanti adalah pertandingan-pertandingan yang menyuguhkan pertarungan tim-tim besar seperti Manchester United, Arsenal, Liverpool dan banyak lagi.

Sayangnya, era film impor dan tayangan langsung sepak bola harus berakhir karena krisis moneter yang mendongkrak harga film-film impor dan hak siar siaran langsung Liga Premier Inggris. Alhasil, televisi nasional yang semula mengandalkan film impor seperti RCTI, SCTV dan Indosiar pun memilih untuk memperbanyak tayangan sinetron. Film impor masih ditayangkan, kendati di jam tayang malam. Apalagi, prosentase penyuka film-film impor lebih kecil dibandingkan mereka yang menanti tayangan sinetron di prime time.

 

Andalkan Tayangan Berita dan Sinetron Kejar Tayang

Biaya pembuatan sinetron kejar tayang justru lebih rendah daripada membeli film impor. Karena itulah, SCTV berubah haluan dan berusaha mengejar seniornya, RCTI yang masih unggul dalam hal rating untuk acara-acara sinetron kejar tayang, dan siaran berita. SCTV sendiri sudah independen dalam penyiaran berita, dimana sejak memulai penyiaran secara nasional tahun 1999, televisi ini sudah terkenal dengan acara Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang dan Liputan 6 Petang.

Namun demikian, SCTV masih konsisten dengan tayangan telenovela karena memang televisi ini identik dengan opera sabun dari Amerika Latin tersebut. Ratingnya pun tetap tinggi, meski ditayangkan di pagi hingga siang hari, mulai jam 9 pagi hingga 5 sore. Rating tayangan telenovela sangat bersaing dengan sinetron-sinetron yang ditayangkan di prime time. Tayangan yang juga mendapat respon positif dari pemirsa adalah drama berseri Mandarin, The White Snake Legend.

Di siang hari, SCTV mengandalkan beberapa drama seri untuk anak-anak dari Turki. Dimulai pada pukul 12.30 dimana pemirsa dapat menyaksikan serial Elif. Drama melankolis ini menceritakan kisah gadis kecil bernama Elif yang harus menghindar dari ayah tiri yang ingin menjualnya. Dilanjutkan dengan drama berjudul Zahra, dengan tema yang hampir serupa. Keduanya ditayangkan mulai Senin hingga Jumat. Dulunya, Zahra ditayangkan pada jam 17.00. Namun, posisinya digeser oleh Sajadah Cinta Maryam yang berlanjut dengan sinetron-sinetron lokal lainnya.

 

Penghargaan dan Prestasi SCTV

Jika dilihat dari prestasi, hanya RCTI yang dapat mengalahkan SCTV. Televisi yang kini resmi dimiliki oleh PT. Surya Citra Media tbk ini juga mendapat banyak penghargaan di Panasonic Awards untuk kategori berita, pembaca berita, dan acara favorit pilihan pemirsa, serta aktor dan aktris yang menjadi pemeran utama di beberapa sinetron ternama.

2 Comments
Order By: Standard | Newest | Votes
admin posted this 31 May 2015 - Last edited 31 May 2015

Mempertahankan Prestasi dari Rating

Hingga kini, dua televisi swasta tertua di Indonesia bersaing dalam hal rating dan share. SCTV bersaing ketat dengan RCTI dalam hal rating, dimana SCTV berada di peringkat kedua dengan rating 15%, sedangkan RCTI berada di posisi atas dengan rating 17.3%. Rating tertinggi SCTV, hingga saat ini masih dipegang oleh sinetron berseri Madun dengan rating 4,5% dan share 17,7%. Tayangan sinetron SCTV lain yang mendukung peningkatan rating adalah Ganteng-Ganteng Serigala, dengan rating 2,8% dan 12,2% share.

 

 

Beberapa sinetron kejar tayang lainnya juga memiliki respon positif dari mayoritas pemirsa Indonesia adalah Emak Ijah Pengen ke Mekkah, Sajadah Cinta Maryam, serta Samson dan Dahlia.

Tayangan musik INBOX juga turut menyumbang rating SCTV, serta penghargaan dari Panasonic Gobel Awards sejak tahun 2010 hingga 2014. Acara yang sudah mengudara tahun 2007 ini cukup mendapat respon positif dari pemirsa, meski acara ini ditayangkan di jam-jam aktif bekerja dan sekolah. Banyak pihak mengatakan bahwa konsep acara DAHSYAT meniru konsep dari INBOX, yang mengklaim sebagai barometer musik Indonesia. Tetapi hingga kini, INBOX masih memiliki rating yang lebih tinggi daripada DAHSYAT.

 

Bagaimana dengan Tayangan Olahraga?

Tampaknya, SCTV lebih memilih untuk fokus pada penayangan sinetron kejar tayang untuk menaikkan rating, dibanding menayangkan siarang langsung sepakbola di liga-liga ternama. Namun, saat ini, Liga Inggris (Premiere League) masih menjadi menu di hari Sabtu dan Minggu malam, kendati frekuensi penayangannya tidak sesering beberapa tahun lalu. Liga UEFA pun masih ditayangkan oleh SCTV.

 

Infotainment Masih Jadi Andalan

SCTV menjadi pelopor acara infotainment setelah RCTI dimana akhirnya beberapa televisi juga turut menayangkan acara yang menyuguhkan gosip dari selebriti di Indonesia. Hingga ini, infotainment yang ditayangkan SCTV adalah Hot Shot, Halo Selebriti, dan Was Was.

moviemania posted this 07 July 2015

Informasi Jadwal SCTV hari selasa, 7 Juli 2015: 

00:00 Lanjutan SCTV FTV Utama  
01:30 Liputan 6 Malam  
02:00 Sinetron:  Samson Dan Dahlia Spesial Ramadhan
03:00 Spesial Ramadhan:  Para Pencari Tuhan Jilid 9
04:15 Spesial Ramadhan:  3 Semprul Mengejar Surga
05:15 SL Liputan 6 Pagi  
06:00 Was Was  
06:30 SL Inbox  
09:00 Halo Selebriti  
10:00 SCTV FTV Pagi  
12:00 SL Liputan 6 Siang  
12:30 Serial Drama Turki:  Elif (Keremcem, Yasemin Allen, Ferdi Akarnur)
15:30 SL Liputan 6 Petang  
16:00 Spesial Ramadhan:  3 Semprul Mengejar Surga
18:00 Spesial Ramadhan:  Para Pencari Tuhan Jilid 9
19:15 Sinetron:  Samson Dan Dahlia
20:30 Sinetron: Madun (Yusuf Mahardika, Baron Yusuf Siregar, Asrul Dahlan)
22:00 Sinetron: Ganteng-Ganteng Serigala
23:30 SCTV FTV Utama